About Me

December 2, 2017

Berwisata di Pantai Glagah

Nggak bakal bisa sampai ke tempat ini kalau nggak punya pacar orang Purwokerto! :)) Setelah menghabiskan akhir pekan di kota paling istimewa, Yogyakarta, dalam perjalanan pulang kami mampir ke Kulon Progo. Namanya Pantai Glagah, siang itu sungguh terik namun tak mengurungkan niat pengunjung untuk menikmati laguna dan pemecah ombak. 

Untuk berwisata ke tempat ini sama sekali tak dipungut bayaran. Dari pintu masuk, kita disambut oleh aneka jajanan dan permainan anak. Seperti pasar, namun yang dijual hanya ragam tertentu seperti hasil laut. Menyaksikan kegiatan transaksi di sini juga cukup menyenangkan. Ya... Seru aja dengerin buibu yang nawarnya tsadeesst lantas nggak diwaro sama penjualnya karena capek bilang nggak dapat untung. Adapun hasil olahan laut yang dijual di sini berupa makanan kering. Seperti ikan wader, kepiting, hingga undur-undur yang digoreng tepung.

November 25, 2017

[Review] Missha Time Revolution FTE

Not a beauty blogger tho, but I feel like to share my experience using Missha Time Revolution First Treatment Essence. Setelah beberapa bulan menggunakan Mizon, akhirnya saya kembali kepada merek ini. Ternyata nggak cuma sebuah hubungan yang punya kemungkinan salah satunya berpaling, dalam penggunaan skincare pun bisa begitu :)) 

1. Missha Time Revolution First Treatment Essence
Memiliki jenis kulit kombinasi dan acne-prone tuh susahnya minta ampun. Salah kandungan skincare, bikin jerawatan. Belum lagi daerah kering yang mudah terkelupas jika terkena zat yang terlalu asam. Setelah melalui beragam riset (halah) akhirnya beberapa tahun yang lalu saya mencoba Missha Time Revolution FTE. Jika biasanya saya menggunakan essence dalam bentuk gel/ krim, kali ini dalam bentuk cairan. Mulanya agak ngeri sih, meski 70% mengatakan kulitnya jadi glowing, tapi ada juga yang purging tak berkesudahan. 

September 2, 2017

Ngopi di Jogja [updated]

Dulu tiap singgah di sebuah kota, yang selalu saya cari adalah makanan khasnya. Well, sampai sekarang sih, tapi kini ditambah: tempat ngopi. Beberapa minggu yang lalu saya dan mas pacar berkunjung ke Jogja. Setelah mendapat rekomendasi dari beberapa teman penikmat kopi (BANYAK BANGET!), berikut beberapa tempat yang saya datangi:

Bahasa Kopi
Tempat ini berkesan banget buat saya. Nyempil di garasi, ada kursi kayu dan pohon rindang di depannya. Saya coba espresso yang dibuat oleh mas Gilbert sendiri. Selain enak, suasana kedai ini terasa hangat. Buat yang punya habit ngopi pagi, kedai ini dibuka dari jam 7 pagi. Di salah satu tembok terdapat jadwal kelas bahasa asing, yang rupanya bisa diikuti oleh siapapun tanpa dipungut bayaran. Tempat kecil yang dikelilingi orang berhati besar! Oh ya, katanya pastry di sini juga enak. Nggak sempat coba karena saat itu yang digadang-gadang enak (croissant, brioche) lagi nggak ada.

May 30, 2017

Wisata Batu: Jelajah Stone Garden

Dari Gua Pawon, konon ada rute trekking untuk menuju Stone Garden. Berhubung saat itu gerimis, kami memutuskan untuk mengendarai sepeda motor, yaitu melalui pintu masuk utama Geopark Padalarang. Dari jalan besar, kami dicegat di sebuah posko untuk membayar 4,000IDR. Tak jauh dari situ, kami membayar karcis masuk di loket sebesar 6,000IDR/ orang. Tiba di tempat parkir pun harus membayar lagi. Pertanyaan: Tergolong pembayaran apakah yang kami lakukan di depan tadi? :\ Anyway, setelah parkir kami langsung menunjukan tiket kepada penjaga, mulai menyisir tempat ini.


May 20, 2017

Wisata Batu: Situs Sejarah Goa Pawon

Bicara soal wisata alam di kawasan Jawa Barat emang nggak ada habisnya. Dari perbukitan, hingga wisata air terjun. Minggu ini saya berkunjung ke Gua Pawon di Padalarang, Bandung barat. Jarak tempuh dari kota Bandung kurang lebih satu jam. Kalau nggak macet, haha! Setiba di lokasi, kita diwajibkan membayar 15,000 IDR, termasuk parkir motor dan tiket masuk untuk dua orang. Setelah parkir, seorang penjaga memberi sedikit informasi tentang rute gua. Untuk mengitari tempat ini kita harus berhati-hati, tetesan air dari atas membuat permukaan licin. Kami mulai dengan memasuki lubang terdekat dari pintu masuk. Dari sini kita bisa melihat pahatan gua, juga hamparan sawah dan perbukitan. 

February 20, 2017

Wisata Mangrove di PIK

"Kemarin kuajak ke sana, nggak mau", goda tante Nany kepada Sonya, anaknya. Siang itu mendung. Kami berdua hampir mengurungkan niat untuk masuk ke gerbang Taman Wisata Alam di utara Jakarta. Wait, what? Wisata alam di Jakarta? Yup, architecture touring or mall hoping is a common thing in here. Good news, good news, there's a place suits to my adventurous personality. Hanya dengan 25.000 IDR kita bisa mengitari hutan bakau PIK.

Di pintu masuk ada penjaga yang meminta tiket yang sudah dibeli di gerbang depan. Membawa kamera profesional (DSLR, bahkan pocket cam) dikenakan biaya 1.500.000 IDR :)) jadi segera urungkan niatmu untuk hunting foto dengan resolusi tinggi karena yang diperbolehkan dibawa hanya ponsel saja. *saat itu saya membawa GoPro namun yang terlihat hanya tongkatnya saja - sepintas seperti tongsis, jadi lolos! Haha!

January 26, 2017

Alila Essential Toiletries Kit

Dalam sebuah perjalanan, kita nggak akan pernah lepas sama yang namanya toiletries kit alias peralatan mandi. Buat saya, ini semacam pacar yang memerlukan perhatian khusus! *halah. Terik siang di hari Senin tak menyurutkan niat saya untuk singgah ke Alila Living. Ini merupakan kali kedua saya datang hanya untuk membeli travel kit di properti yang namanya sudah mendunia ini. Terdapat dua toiletries kit series, yaitu: Him, dan Her. Him dengan aroma mandarin, serai, dan black pepper. Which has a very refreshing yet manly smells. Sedangkan Her beraroma mandarin, serai, dan mawar. Dalam satu pouch, terdapat lotion, bath gel, shampoo, conditioner, dan handmade soap. Oh ya, masing-masing tube berukuran 50ml. Sangat cocok untuk kamu yang hendak melakukan perjalanan singkat.